Jumat, 03 Oktober 2014




PAPER
KENAKALAN REMAJA



Disusun Oleh       : Hendrikus H. R. Dao
Semester               : 1 ( satu )


November-2013










DAFTAR ISI
BAB I             : PENDAHULUAN ......................................................................................... 1
BAB II            : PEMBAHASAN ............................................................................................ 2
  1. Pengerian kenakalan remaja ........................................................................................... 2
Ø  Remaja ..................................................................................................................... 2
Ø  Kenakalan remaja ..................................................................................................... 2
  1. Ciri-ciri kenakalan remaja .............................................................................................. 3
  2. Faktor atau penyebab terjadinya kenakalan remaja ....................................................... 3
  3. Solusi atau cara mengatasi kenakalan remaja ................................................................ 4
BAB II            : KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 7







BAB I
Pendahuluan
Dalam menulis paper ini, penulis menyadari bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kekanak-kanakan ke masa dewasa. Sehingga masa ini merupakan masa yang paling penting dan menjadi pusat perhatian. Karena di masa ini remaja sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan menimbulkan kerugian bagi dirinya, seperti melakukan keributan di jalan, tawuran dimana-mana, mengkomsumsi narkoba, minum-minuman keras, melakukan pergaulan bebas, pemerkosaan, pemerasan, pencurian, perkelahian dan lain sebagainya. Hal ini di sebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja dapat diartikan sebagai suatu proses yang melanggaran norma-norma yang ada. kenakalan remaja disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor  pribadi, maupun faktor  keluarga, dimana faktor keluarga merupakan lingkungan yang utama, selain itu faktor lingkungan sekitar yang secara potensial juga dapat membentuk perilaku seorang anak.
Dalam paper ini penulis akan memaparkan beberapa hal yang akan dibahas sebagai berikut:
Ø  Defenisi atau pengertian dari kenakalan remaja,
Ø  Ciri-ciri kenakalan remaja,
Ø  Faktor atau penyebab terjadinya kenakalan remaja, dan
Ø  Solusi atau cara mengatasi kenakalan remaja.



BAB II
      Pembahasan
A.    Pengertian Kenakalan Remaja
Ø  Remaja
Menurut Y. Bambang Muliono, bahwa remaja merupakan masa pertumbuhan atau perkembangan, atau masa peralihan perkembangan dari seorang anak menjadi dewasa.[1] Dengan demikian, remaja adalah suatu proses pola hidup, perilaku, karakter yang bersifat kekanak-kanakan menjadi dewasa.
Ø  Kenakalan remaja
Akhir-akhir ini sering kita membaca di media atau koran, bahkan dapat kita nonton di televisi tentang perbuatan kriminal yang terjadi di  beberapa daerah. Di mana ada banyak anak remaja yang melakukan perkelahian antar pelajar, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minum-minuman keras, pemerkosaan dan lain sebagainya. Dan semuanya ini akan merugikan diri sendiri dan orang ain. Hal semacam ini dikenal dengan istilah kenakalan remaja yang meliputi perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum.
 Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada tahun 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Beberapa ahli mendefinisikan kenakalan remaja sebagai  gejala patologis sosial pada remaja, yang disebabkan oleh pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Dan kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.[2]
B.     Ciri-Ciri Kenakalan Remaja
            Pada saat ini, ciri-ciri kenakalan remaja mulai nampak. Misalnya, saat remaja mengendarai motor selalu ngebut-ngebut di jalan, selalu menunjukkan gengnya, minum-minuman keras, mengedarkan pornografi, suka merusak barang orang lain dan selalu berpakaian seksi. Hal ini lebih di jelaskan lagi bahwa ciri kenakalan remaja itu adalah membentuk kelompok geng dengan ciri-ciri dan tindakan yang menyeramkan, seperti kelompok bertato, kelompok berpakaian acak-acakan, blackmetal yang di ikuti oleh tindakan yang tercela yang mengarah pada perbuatan anarkis. Dan berpakaian dengan model yang tidak sesuai dengan keadaan lingkungan, misal: memakai rok mini, youcansee, mamakai pakaian yang serba ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya, sehingga di pandang kurang sopan di mata lingkunganya.[3] Dan semuanya ini sangat nampak di masa remaja zaman sekarang, contoh para siswa/siswi yang tubuhnya ada tato, berpakaian mini atau seksi setiap saat, merokok dan laian sebagainya.
C.    Penyebab Kenakalan Remaja
Perilaku kenakalan remaja disebabkan oleh beberapa faktor baik dari dalam diri remaja itu sendiri (internal). Misalnya tidak tercapai keinginannya atau yang menjaci cita-cita atau tujuannya (terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam hidupnya), dan kurang mengontrol diri. Dan dari luar diri remaja itu sendiri atau (faktor eksternal). Miaslnya dari lingkungan keluarga, dimana orang tua sesalu memanjakan waktu kecil, orang tua salah mendidik anak yaitu dengan cara otoriter. Sehingga saat ia dewasa ia akan melakukan semaunya dan ia tidak mau mendengarkan apa yang di nasehatkan orang tuanya, dari pergaulannya dengan teman-teman yang kurang baik dan lain sebagainya. Hal ini lebih dijelaskan lagi oleh Y.Bambang Muliono bahwa penyebab kenakalan dari lingkungan keluarga adalah dimana kehidupan keluarganya selalu broken-home[4]. Sehingga akan mempengaruhi pola hidupnya. Karena dimasa-masa ini seorang anak remaja membutuhkan cinta kasih orang tunya.
D.    Cara Mengatasi Kenakalan Remaja
Kenakalan yang di lakukan oleh anak remaja harus mengatasinya secara sungguh-sungguh, agar  anak remaja dapat memiliki pemahaman atau pengertian dan penghayatan yang sehat.[5]
Ada beberapa tips atau cara untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu perlunya pembelajaran agama, seperti diajak untuk beribadah, pembinaan akhlak dan rutinitas ibadah. Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun, adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. Contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut. Namun dalam masalah ibadah, tentu saja perlu ada pemaksaan. Perlu adanya perhatian khusus serta pemahaman yang baik dan penanganan yang tepat terhadap remaja. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia. Hal ini lebih dijelaska lagi oleh Y.Bambang Muliono bahwa untuk mengatasi kenakan remaja adalah dengan jalan mengadakan inventarisasi pengalaman-pengalaman dan kerja sama antara para ahli teknik dan para ahli bidang sosial, untuk mengadakan seleksi masuknya unsur-unsur yang baru dan integrasikan dengan unsur-unsur yang lama. Dan juga mengadakan perencanaan sosial untuk menghilangkan atau membatasi unsu-unsur kebudayaan material atau teknologi.[6] Karena pada saat ini banyak remaja yang salah menggukannya. Misalnya penggunaan internet dalam hal-hal yang tidak baik dan

BAB III
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
     Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Hal ini akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua, minimnya pemahaman tentang keagamaan, dan pengaruh dari lingkungan sekitar. Akibat dari kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Adapun solusi atau cara mengendalikan kenakalan remaja antara lain:
·         Perlunya perhatian dan kasih sayang orang tua,
·         Perlunya pembelajaran agama,
·         Perlu adanya perhatian khusus serta pemahaman yang baik dan penanganan yang tepat terhadap remaja,
·         mengadakan inventarisasi pengalaman-pengalaman dan kerja sama antara para ahli teknik dan para ahli bidang sosial, dan
·         mengadakan perencanaan sosial untuk menghilangkan atau membatasi unsur-unsur kebudayaan material atau teknologi.
Segala usaha dalam mengatasi kenakalan remaja harus ditujukan ke arah tercapainya kepribadian remaja yang mantap, serasi dan dewasa. Remaja diharapkan akan menjadi orang dewasa yang memiliki kepribadian yang kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan.
 Saran
      Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan untuk lebih menaruh perhatian terhadap persoalan sosial, terutama kenakalan remaja. Hendaknya kita dapat mencegah dan mengendalikan perilaku remaja sehingga tidak menimbulkan masalah sosial yang terjadi akibat kenakalan-kenakalan remaja tersebut.








Daftar Pustaka
Muliono, Y. Bambang. Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya.                                     Yogyakarta: yayasan kanisius, 1984.
________. Kenakalan Remaja. Yogyakarta: Andi Offset, 1986.
________. Mengatasi Kenakalan Remaja. Yogyakarta: Yayasan Andi, 1986.
Sudarsono. Kenakalan Remaja. Jakarta: PT Rineka Cipta, 1990.
http://indrateknologi.wordpress.com/2010/09/29/Ciri-Ciri-Kenakalan-Remaja, diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 12:45.
http://belajarpsikologi.com/Kenakalan-Remaja, diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 13:15.







[1] Y.Bambang Muliono, Kenakalan Remaja ( Yogyakarta: ANDI OFFSET, 1986) 9. 
[2]Haryanto,  http://belajarpsikologi.com/kenakalan-remaja.
[3] http://indrateknologi.wordpress.com/2010/09/29/ciri-ciri-kenakalan-remaja.
[4] Y.Bambang Muliono, Kenakalan Remaja ( Yogyakarta: ANDI OFFSET, 1986) 42-43.
[5]Drs. Sudarsono, Sh, Kenakalan Remaja (Jakarta: Rineka Cipta, 1990) 5.
[6] Y.Bambang Mulyono, Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya (Yogyakarta: yayasan kanisius, 1984) 51